Pemasaran Besek Khas Desa Dukuh Melalui Online Marketplace

 

Tulungagung. Jawa timur. Senin. 28 september 2020-mahasiswa kampus muhammadiyah malang (umm) melakukan dedikasi warga oleh mahasiswa (pmm) di desa dukuh kecamatan gondang kabupaten tulungagung dengan mengangkat topik “tingkatkan kesadaran warga akan kesehatan serta pendidikan dalam bentuk persiapan hadapi new normal”.

Mengulas epidemi yang sedang menempa yakni virus covid-19 yang menyebar di semua indonesia. Dimana efek yang berlangsung bukan hanya dari bagian kesehatan tetapi dari bagian ekonomi . Efek ekonomi paling besar merasa ialah berhentinya roda ekonomi yang dimana beberapa penduduknya harus jalankan upayanya dengan bertemu muka dengan cara langsung dengan konsumen setianya.

Ditambah adanya ketentuan limitasi sosial bertaraf besar (psbb) dimana warga disarankan untuk lakukan karantina kesehatan di dalam rumah semasing supaya memutuskan rantai penebaran penyakit atau tercemar dari virus yang tidak nampak ini.

Di sini beberapa pebisnis baik jumlah besar atau kecil. Dituntut untuk bertambah kreatif serta inovatif pada keadaan virus covid-19 ini. Roda ekonomi yang terhentikan sesaat. Harus selekasnya berjalan kembali lagi untuk menyambung kehidupan beberapa pekerja. Dengan kehebatan tehnologi dewasa sekarang. Semual hal bisa dilaksanakan lebih gampang. Khususnya dalam lakukan jual membeli.

Disamping itu. Keringanan yang di bisa sekaligus juga memberikan dukungan ketentuan pemerintah dalam lakukan social distancing serta isolasi mandiri di dalam rumah. Keuntungan dari pemakaian media sosial sendiri dalam bagian perdagangan di indonesia sendiri telah mulai menyebar serta di ketahui banyak golongan. Dengan situasai serta situasi semacam ini. Makin banyak customer yang pilih untuk lakukan transaksinya dengan cara online. Pada akhirnya pebisnis harus juga memburu customer supaya upayanya masih laris.

Tidak lepas dari efek covid-19. Beberapa pebisnis kerajinan besek di desa dukuh kecamatan gondang kabupaten tulungagung sedikit alami sedikit kegoncangan dalam perekonomiannya sebab pesanan besek dari customer yang rerata di luar kota seperti malang. Ponorogo. Blitar serta beberapa kota sekelilingnya turun waktu awal masuknya virus ini masuk di indonesia serta berlangsung ketentuan psbb yang diputuskan pemerintah waktu itu.

Dengan semua tenaga serta pemikiran. Mereka tidak stop cari inspirasi untuk selalu cari langkah dalam lakukan pemasaran besek. Walau keinginan mereka seperti digantung. Rerata ibu-ibu yang beberapa ialah pembikin kerajinan usaha besek ini masih lakukan kerjanya menganyam besek dari bambu yang telah di “ngerit” atau di tipiskan dari tangkai bambu serta diproses jadi besek siap gunakan yang umumnya dibuat wadah atau packaging satu produk.

Ditambah adanya kehebatan tehnologi smarthphone yang telah diketahui ibu-ibu desa dukuh yang walau dengan cara simpel seperti pemakaian aplikasi whatsapp. Yang umumnya cuman dipakai untuk untuk sekedar kirim pesan. Sekarang dipakai dalam pemasaran kerajinan usaha besek ciri khas tulungagung.

Pemesanan besek ini berbagai macam. Tidak monoton cukup dengan bentuk kotak dengan ukuran 18 serta 20 tetapi ikuti sesuai dengan pesanan dari customer. Umumnya bila pesanan datang dari toko online. Hajatan atau acara seperti pernikahan. Modenya dapat berbagai macam bentuk sampai warna. Proses pengerjaan wadah dari besek ini menyesuaiakan jumlah pesanan. Rerata satu pengrajin bisa membuat 10-15 buah besek dari anyaman bambu /harinya.

Untuk pemesanan dalam jumlah banyak. Konsumen harus mengontak pengrajin jauh hari di antara 3-6 bulan awalnya. Sebab kecuali antrean pesanan. Minimnya tenaga kerja yang andal serta terbiasa dalam membuat besek dari anyaman bambu juga jadi kendala dalam menghasilkan dalam jumlah yang banyak. Hingga diinginkan ada training kerja yang bersambung di wilayah desa dukuh. Kecamatan gondang. Kabupaten tulungagung agar meningkatkan usaha besek ciri khas desa dukuh.

 

Updated: January 13, 2021 — 1:47 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *