Cara Jaga Kesehatan Finansial dengan Investasi Digital Saat Pandemi

 

Pada saat epidemi, warga selalu harus mempertahankan kesehatan finansialnya untuk penuhi beberapa jenis keperluan. Salah satunya langkah mempertahankan kesehatan finansial supaya bisa penuhi beberapa jenis kepentingan yang kemungkinan jarang-jarang terpikir oleh beberapa orang ialah melakukan investasi.

Menurut Pendiri OneShildt Financial Rencana, Risza Bambang, investasi dapat dipakai untuk dana tua atau kepentingan yang lain seperti dana pendidikan anak dan lain-lain. Dia merekomendasikan alokasi keuangan dengan formula 50:30:10:10. Rinciannya ialah 50% ongkos hidup, 30% angsuran credit, 10% investasi, serta 10% perlindungan diri atau keluarga. Bila tidak mempunyai angsuran, alokasi 30% dapat diarahkan untuk investasi.

Instrumen investasi yang dapat diambil di waktu epidemi ialah yang mempunyai keuntungan rendah atau menengah untuk investasi periode pendek seperti surat hutang, deposito, serta emas. Sesaat instrumen yang mempunyai imbal hasil tinggi seperti saham, reksa dana, serta property lebih cocok untuk investasi periode panjang.

Narasi Guru Les Private yang Jadi Investor

Keuntungan dari melakukan investasi dirasa oleh salah satunya guru les private di Jakarta Timur, Dwi Darmawan (24). Dwi menjelaskan dianya baru mencicip investasi ritel semenjak awal Januari kemarin. Untuk pemula, dianya menjajal beberapa jenis instrumen dari mulai saham, reksa dana, surat bernilai nasional, sampai emas.

“Dahulu kan senang manjain diri membeli handphone (gawai), fesyen, dan sebagainya. Saat ini mulai quarter life crisis, teringat terus bagaimana ya membeli rumah kelak? Ya telah saat ini nyicil-nyicil investasi saja dahulu,” katanya dalam info tercatat, Senin (21/9/2020).

Setiap bulan, Dwi menyisihkan Rp 1-2 juta untuk investasi. Ia bertambah pilih basis digital sebab kepraktisannya. Cukup di pegangan, dia dapat melakukan investasi kapanpun serta dimanapun. Dalam pilih basis digital, Dwi menimbang reputasi serta faktor keramahan pada pemakai.

Sekarang, Dwi menggenggam portofolio investasi yang didominasi oleh emas, baik fisik atau non fisik. Setiap bulan dia beli 0,5-1 gr emas bersertifikat LBMA dari PT Bermacam Tambang (Antam) Tbk sebab dapat diperjual-belikan dengan cara internasional. Tersisa anggarannya dia pakai untuk beli emas digital sebab harga dapat dijangkau.

“Saat jatuh-jatuhnya harga saham, ibaratnya emas seperti penahan. Contohnya saham lagi rugi, emas tidak akan labil serta abadi pada fluktuasi harga. Ibaratnya setiap tahun tentu konstan, jika turun tidak mencolok,” katanya.

Kecuali emas, Dwi pilih tipe reksa dana pasar uang sebab tawarkan bunga semakin tinggi dari deposito serta dapat dicairkan kapanpun. Disamping itu, keuntungan serta keseluruhan dana kelolaan yang tinggi menjadi pertimbangannya. Enam bulan pertama semenjak melakukan investasi, Dwi akui masih mendapatkan imbal hasil yang sedikit. Dia terus berkemauan menyisihkan dana investasinya serta percaya investasinya akan berlipat-lipat di hari esok.

“Mengapa tidak dari dahulu nyadar semenjak awal kuliah, ya? Coba jika dari pertama kuliah main reksa dana, kemungkinan telah kekumpul beberapa puluh juta,” tuturnya.

Investasi Digital Cukup Mulai Rp 5.000

Sekarang banyak basis digital yang tawarkan service keuangan, diantaranya ialah service punya Tokopedia namanya Tokopedia Keuangan. Service ini dikeluarkan semenjak tahun 2016 lampau. Di service itu, Tokopedia tawarkan dua instrumen investasi, yakni Tokopedia Reksa Dana serta Tokopedia Emas.

Untuk service investasi emas digital, Tokopedia menggamit PT Pegadaian (Persero) yang eksper dalam penyimpanan serta penitipan emas. Pemakai mulai bisa melakukan investasi dengan dana minimum Rp 5.000. Disamping itu, pemakai dapat juga menabung emas setiap kali bertransaksi lewat marketplace Tokopedia dengan pembulatan minimum Rp 500.

Sedang untuk investasi reksa dana digital, Tokopedia kerja sama juga dengan Bareksa untuk agen penjual dampak reksa dana (APERD). Ada dua produk reksa dana yang ditawarkan Tokopedia, yaitu Mandiri Pasar Uang Syariah (MPUSE) serta Syailendra Dana Kas (SDK). Pemakai Tokopedia mulai bisa melakukan investasi dengan dana minimum Rp 10.000.

Untuk proses pembayarannya, Tokopedia sediakan service lewat transfer bank, dompet digital, account virtual, sampai pembayaran di gerai. Keseluruhan Tokopedia sudah mempunyai lebih dari 50 aliran pembayaran yang dapat digunakan pemakai.

Vice President Financial Technology Tokopedia, Vira Widiyasari menjelaskan berdasar data internal Tokopedia, semasa Januari 2019 sampai Juni 2020, transaksi Tokopedia Emas naik nyaris 30 kali lipat, sedang transaksi Tokopedia reksa dana tumbuh sampai 4 kali lipat.

“Pada kondisi yang susah ini (epidemi), orang semakin sadar keutamaan mempersiapkan hari esok serta keadaan genting, tetap ada cadangan tabungan yang disisihkan,” pungkasnya.

Updated: January 13, 2021 — 3:54 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *