Benarkah Holding BPUI Cuma buat Selamatkan Jiwasraya?

 

Pembangunan holding perusahaan-perusahaan asuransi serta penjaminan ke Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) dicemaskan akan memberatkan BUMN yang lain. Karena diduga arah penting dari pembangunan BPUI cuman untuk selamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Hal tersebut dikatakan Anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi PKS, Ecky Awal Mucharam. Ia menanyakan nasib dari anggota holding yang lain seperti Jamkrindo serta Askrindo.

“Saya cukup worry saat ada penyatuan holdingisasi dengan BPUI. Sebab berkaitan holdingisasi bertambah beratnya berkaitan pengamanan Jiwasraya. Walau sebenarnya sebenarnya Jamkrindo serta Askrindo nature bisnisnya benar-benar tidak sama dengan Jiwasraya,” katanya dalam raker Komisi XI DPR RI, Rabu (30/9/2020).

Menurut Ecky, semestinya bila ingin selamatkan Jiwasraya lewat pembangunan holding, BUMN didalamnya terkait dengan asuransi serta dana pensiun seperti Taspen atau Asabri.

“Sesaat Askrindo serta Jamkrindo itu terpisah, proses bisnisnya, skema bisnisnya, UU terpisah, serta standard akuntansi keuangannya tidak sama. Karena itu itu saya benar-benar worry,” katanya.

Ecky menerangkan, salah satunya yang ia cemaskan.kuatirkan tidak ada keuntungan yang dapat didapat serta bikin rugi Jamkrindo serta Askrindo. Ditambah lagi arah intinya dari holding itu cuman selamatkan Jiwasraya.

“Jika saya bertanya ke Jamkrindo serta Askrindo tentu baik-baik saja karenanya program Menteri BUMN. Tetapi tolong terangkan roadmap berkaitan BPUI ini dimana sinergitas serta dimana keuntungan yang didapat Jamkrindo serta Askrindo dalam holdingisasi di BPUI itu?” katanya.

Pengakuan itu dijawab oleh Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata. Ia mengutamakan, malah arah awal pembangunan holding BPUI untuk membenahi usaha Askrindo serta Jamkrindo, tidak untuk selamatkan Jiwasraya.

“Dengan pengaturan Jamkrindo serta Askrindo ini malah sebenarnya jadi salah satunya arah untuk pembangunan holding usaha asuransi oleh Kementerian BUMN bersama-sama. Jadi didalamnya kelak memang kami akan membenahi kembali lagi,” terangnya.

Isa menerangkan, ke-2 BUMN itu mempunyai salah satunya usaha yang serupa yaitu penjaminan. Walau kecuali penjaminan, Askrindo mempunyai usaha asuransi.

“Jadi apa kelak Askrindo serta Jamkrindo akan ditugasi semasing. Apa memang kita kerjakan yang privat yang benar-benar tidak sama, jadi yang satu cuman asuransi atau mungkin ada kekeduanya penjaminan tapi dengan fragmen yang lain. Semasing ada pertimbangannya serta ini yang kami akan kerjakan di pengaturan usaha perasuransian oleh BUMN di bawah holding BPUI,” katanya.

Oleh karenanya Isa menjawab tuduhan itu tidak pas. Karena gagasan pengamanan Jiwasraya lewat holding bukan gagasan awal

“Jadi tanggapan dengan cara spesial untuk Pak Ecky kurang pas jika ini cuman untuk Jiwasraya. Serta sebenarnya pertimbangan pertama kalinya itu Jiwasraya tidak berada di dalam ini. Tetapi setelah kita lihat jika itu menjadi vehicle sebab tidak ada perusahaan asuransi yang dimasukkan pada BPUI selanjutnya jadi satu alasan. Tapi arah lainnya untuk membenahi lebih lengkap,” tutupnya.

Updated: January 13, 2021 — 3:50 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *